Cinta Pudar Sudah….

November 16, 2006

Perjalanan menyusuri antara lereng merbabu dan merapi….scooter masih cekatan bermanuver meski terkadang ter-engah saat  jalanan yang menanjak dan berliku…di kanan - kiri terkadang kabut tebal membayangi, lambung gunung seperti mengajak untuk bercengkerama….

Air mata pedih tak terasa mengalir, membayangi pandangan mata pada jalanan…perjalanan pulang setelah seharian berada pada kekasih terlarang….Ayahnya tetap saja seperti sedia kala. tiada sepatah kata atau senyum menyambut, hanya pandangan kaku tanpa sedikit kata….semua memang tak berubah, selain kisah cinta yang dilarang, kisah cinta yang makin mengering….meski aku masih mencintainya…. 

Nafas dalam berkali-kali kuhirup, tetap saja sesak didada tak kunjung hilang…Kisah cinta yang tidak sebentar masih saja terbentur dan terhalang….

Disisi hati terus membayangi, tidak seperti keluarga yull yang selalu hangat menyambut…menenteramkan hati….Meski ia yang kedua…meski rasa hati menjadi terbagi… Mungkin Yull lah yang terbaik untukku….yull….

Tetapi tidak…..

Sebelumnya aku telah mengatakan yang sejujurnya pada yull….bahwa aku mencintainya meski tak sepenuh hati, rasa yang terbagi….ia menangis…dan ia menangis lagi…meski sebelumnya akupun pernah mengatakan…terlihat warna wajah yang teramat kecewa…aku melukai yull… kali ini ia katakan tak mungkin lagi meneruskan hubungan ini…dan aku juga katakan padanya…bahwa aku  ingin sendiri…

Hari-hari yang kini sepi, teramat sepi…kekasih terlarang semakin jauh…, perhatian yull..hilang sudah…bersama malam-malam yang kulalui sendiri, sendiri dan masih merindukan…kemudian kerinduan itu aku benam dalam-dalam, terbawa angin malam yang berkepanjangan…

Dimana kini pernikahan….dimana kini yang sejati…aku kini sepi… pudar sudah….